Wisata arung jeram

 

wisata arung jeram ini mempunyai keunikan di banding wisata wisata lain. wisata arung jeram membutuhkan adrenalin yang cukup tinggi, karena itu peralatan untuk bermain arung jeram itu sendiri relatif cukup mahal, tapi janggan kuatir, karena sekarang di indonesia banyak sekali tour dan travel yang menawarkan paket wisata arung jeram dengan buget relatif murah.

foto di unduh di http://schumpeter2006.org/blog/2006/12/08/rafting/

bila kita akan berwisata arung jeram mungkin kita harus mempertimbangkan sungai yang akan kita arungi, karena untuk ber – arung jeram haruslah kita tau grade jeram yang kita inginkan, apa jadinya bila kita ber – arung jeram dengan grade kecil padahal kita ingin grade yang lebih menantang, mungkin perjalanan wisata anda untuk ber – arung jeram menjadi kurang berkesan. di indonesia banyak sekali sungai, mulai sungai yang ber jeram mudah sampai jeram yang sangat sulit, grade sungai di tentukan oleh jenis jeram yang di miliki oleh sungai itu, ditambah besar dan panjang sungai sampai karakter sungai itu sendiri. oleh karena itu, tak ada salahnya bila kita melihat informasi tentang grade arung jeram di bawah ini dahulu sebelum anda memutuskan akan berwisata arung jeram di mana.

grade 1

sungai ber – grade 1 ini bisa di katakan sungai yang tidak mempunyai jeram alias sangat aman. sungai ber grade 1 banyak sekali di temukan di pulau pulau di indonesia bahkan di indonesia. tapi menurut saya sungai ini tidak cocok untuk di jadikan tujuan wisata arung jeram anda, karena sungai ini terlalu mudah untuk di di arungi.

 grade 2

sungai ber grade 2 ini mempunyai jeram yang mudah untuk di di arungi, dan lebar sungai yang cukup. biasanya sungai macam ini sering digunakan untuk wisata arung jeram untuk keluarga, seperti sungai cisande dan sungai cianten jawa barat, sungai kasembon dan brantas malang jawa timur, sungai wompu sumatra utara dan masih banyak lagi.

grade 3

sungai ber grade 3 ini mempunyai jeram relatif banyak, dan sering tidak beraturan, juga sering membalikan perahu karet yang kita tumpangi, tipikal sungai ini adalah tipikal sungai pekalen probolinggo jawa timur, sungai citarik jawa barat, sungai progo jawa tengah dan masih banyak lagi. sungai ini mungkin cocok untuk anda yang menginkan adrenalin lebih untuk wisata arung jeram anda.

grade 4

sungai ber grade 4 ini mempunyai banyak jeram yang sulit serta jeramnya panjang, sungai ini sangat sulit untuk di arungi, sehingga pengawasan di pinggir sungai sangat di perlukan. sungai semacam ini adalah sungai asahan sumatra utara, sungai citarik jawa barat, sungai alas bahkan di sungai pekalen jawa timur bisa termasuk bila debit air sedang bagus. sungai ini sangat menarik untuk anda jadikan list wisata arung jeram anda.

grade 5

sungai ber grade 5 ini adalah sungai yang mempunyai jeram yang sangat banyak, sangat panjang dan sangat berbahaya, sehingga membutuhkan pengawasan jarak dekat maupun pengawasan jarak jauh, sengat butuh tim penyelamat, dan sungai ini sangat mengancam semua peserta arung jeram, yang ada di perahu maupun tim penyelamat. setahu saya, di indonesia sungai ber grade 5 adalah sungai asahan dan operator di asahan membandrol harga yang cukup mahal, tapi sebanding lah dengan item pengamanan yang di perlukan, karena di setiap titik jeram sangat berbahaya, karena ada kecerobohan sedikit, nyawa anda jadi taruhan. untuk mengarungi sungai ini mungkin anda perlu mencoba sungai sungai ber grade 4 kebawah dahulu sebelum ber grade 5. tapi ini sangat menantang untuk di jadikan tujuan wisata arung jeram anda.

grade 6

sungai ber grade 6 ini adalah sungai yang hampir tidak bisa di arungi, untuk mengarunginya di butuhkan keiklasan kehilangan nyawa, dengan kata lain, sungguh tipis sekali kemungkinan bisa selamat. di indonesia munkin belum ada atau belum di temukan sungai macam ini.

 banyak sekali wisata arung jeram di indonesia, mulai grade 1 sampai grade 6, tapi operator wisata arung jeram biasanya berada di grade 2 sampai 5. nah mungkin keterangan tentang grade sungai di atas bisa membantu anda dalam menentukan wisata arung jeram seperti apa yang anda inginkan. sedikit tips dari saya, bila ingin mendapatkan pengalaman yang lebih mengesankan di wisata arung jeram anda, datalang ke wisata arung jeram pada saat debit air tinggi atau musim hujan, jangan kuatir tenggelam, karena operator wisata arung jeram pasti sudah mencoba sungai sebelum menjual ke masyarakat umum.

Posted in wisata sungai | Tagged , | Leave a comment

Wisata Air Terjun

Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air terjun dapat berupa buatan yang biasa digunakan di taman. Beberapa air terjun terbentuk di lingkungan pegunungan dimana erosi kerap terjadi.

Di Indonesia hampir seluruhnya Air terjun Alam merupakan sumber mata air suatu sungai.
Beberapa air terjun besar di Dunia

  • Air terjun Angel, air terjun tertinggi di dunia yang memiliki ketinggian 979 m (3.230 kaki), berada di Venezuela.
  • Air terjun Victoria, air terjun terbesar di dunia, berada di sungai Zambezi pada perbatasan Zambia dan Zimbabwe.
  • Air terjun Boyoma, air terjun dengan volume terbesar, 17.000 m³/s (600,000 kaki³/s), di Sungai Kongo, Republik Demokrasi Kongo
  • Air terjun Yosemite, air terjun tertinggi di Amerika Utara, berada di taman nasional Yosemite, Amerika Serikat.
  • Air terjun Niagara, air terjun dengan volume terbesar di Amerika Utara, berada di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.
  • Air terjun Rhine, air terjun terbesar di Eropa, berada di Swiss.
  • Air terjun Iguazu, air terjun dengan bentangan terlebar, berada di Amerika Selatan pada perbatasan Brasil dan Argentina.
  • Air terjun Jog, air terjun tertinggi di India berada di negara bagian Karnataka.
  • Air terjun Jurong, air terjun buatan manusia tertinggi di dunia, berada di Singapura

Daftar dan gambarnya 10 air terjun tertinggi di Indonesia yang layak untuk anda kunjungi!

12. Air terjun Grojogan Sewu (81 meter)
Terletak di kaki Gunung Lawu (2632 mdpl), 27 km dari Kab. Karang anyar, Jawa Tengah. Air terjun ini merupakan salah satu dari program wisata yang disebut “INTANPARI” (Industri Pertanian dan Pariwisata), air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter diukur dari bawah ke atas.
11. Air terjun Curug Cimahi (85 meter) Terletak di Desa Cisarua, sekitar 10 kilometer dari Cimahi, atau sekitar satu jam dari Bandung. Bagi warga sekitar yang ingin mencari hiburan alam dan menjauh dari hingar bingar kota metropolitan, air terjun ini merupakan tujuan wisata yang pas untuk mereka.
10. Air terjun Curug Cipendok (92 meter)
Terletak di Desa Karang Tengah, kabupaten Cilingok, sekitar 25 km dari Purwokerto. Dengan ketinggian 92 meter dan dikelilingi dengan hutan alam yang indah.
9. Air Terjun Curup Tenang (99 meter)
Air terjun Curup Tenang adalah air terjun tertinggi di Sumatera Selatan, yang terletak didekat desa Bedegung, Kabupaten Tanjung Agung, sekitar 56 kilometer Selatan Kabupaten Muara Enim.
8. Air terjun Moramo (100 meter)
Terletak 65 km di sebelah timur Kendari, Air Terjun Moramo mudah diakses oleh mobil atau dengan perahu. Keunikan dari air terjun ini yakni memiliki tingkatan sebanyak 127 tingkatan setinggi 100 meter sepanjang 2 km diperbukitan dataran tinggi Sulawesi Tenggara. Dan dikelilingi oleh hutan alami yang menjadi tempat habitat asli Sulawesi Tenggara.

7. Air terjun Curug Citambur (100 meter)
Air terjun Citambur, sebuah air terjun yang tingginya sekitar 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Dikelilingi oleh hutan alami dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan air terjun ini merupakan objek wisata yang eksotis.

6. Air Terjun Sedudo (105 meter)
Air Terjun Sedudo terletak di Ngliman, kecamatan Sawahan. sekitar 30 km dari Nganjuk. Selain sebagai objek wisata, air terjun ini sering dijadikan tempat pelaksanaan Upacara Tradisional oleh masyarakat dan Pemerintah setempat. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

5. Air terjun Jarakan (115 meter)
Air Terjun Jarakan terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Air Terjun Jarakan ini sebagai bagian dari kawasan objek wisata air terjun yang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Magetan.
4. Air terjun Sipiso piso (120 meter)
Air terjun Sipisopiso adalah air terjun terjun yang terletak di dataran tinggi Sumatra Utara. Dengan ketinggian 120 meter, sekitar 25 km dari kota Kabanjahe.
3. Air terjun Payakumbuh di Ngarai Harau (150 meter)
Terletak di Ngarai Harau, 35 km dari Bukittinggi. Di sela-sela perbukitan dan lembah harau terdapat sebuah jurang yang dalam dan sebuah air terjun yang sangat indah, bahkan kadang dipenuhi oleh sekumpulan kupu-kupu beterbangan, sehingga membuat air terjun ini merupakan kombinasi alam dengan pemandangan yang sangat indah.
2. Air Terjun Madakaripura (200 meter)
Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
1. Air terjun Sigura gura (250 meter)
Terletak sekitar 250 km dari Medan. Air terjun yang dihasilkan oleh sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba ini memiliki ketinggian 250 meter.
Posted in Wisata Air Terjun | 1 Comment

Wisata Sungai

Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.

Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sundai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertantu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.

Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).

Ditinjau dari konsep ekohidrologi pada kesepakatan dunia pada KTT Bumi (Earth Summit) di Johannesburg pada September 2002 sodetan sungai (river diversion) digolongkan sebagai pembangunan berkelanjutan. [1]

Jenis sungai
Sungai menurut jumlah airnya dibedakan :
1.sungai permanen – yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.
2.sungai periodik – yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
3.sungai intermittent atau sungai episodik – yaitu sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba.
4.sungai ephemeral – yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.

Sungai menurut genetiknya dibedakan :
1.sungai konsekwen yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan kemiringan lereng
2.sungai subsekwen yaitu sungai yang aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekwen
3.sungai obsekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekwen
4.sungai insekwen yaitu sungai yang alirannya tidak teratur atau terikat oleh lereng daratan
5.sungai resekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya searah dengan sungai konsekwen
Manajemen Sungai

Sungai seringkali dikendalikan atau dikontrol supaya lebih bermanfaat atau mengurangi dampak negatifnya terhadap kegiatan manusia.
1.Bendung dan Bendungan dibangun untuk mengontrol aliran, menyimpan air atau menghasilkan energi.
2.Tanggul dibuat untuk mencegah sungai mengalir melampaui batas dataran banjirnya.
3.Kanal-kanal dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai untuk mentransfer air maupun navigasi
4.Badan sungai dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan untuk meningkatkan rerata aliran.
Manajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan karena sungai cenderung untuk mengulangi kembali modifikasi buatan manusia. Saluran yang dikeruk akan kembali mendangkal, mekanisme pintu air akan memburuk seiring waktu berjalan, tanggul-tanggul dan bendungan sangat mungkin mengalami rembesan atau kegagalan yang dahsyat akibatnya. Keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali “impas” bila dibandingkan dengan biaya-biaya sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam mitigasi efek buruk dari manajemen yang bersangkutan. Sebagai contoh, di beberapa bagian negara berkembang, sungai telah dikungkung dalam kanal-kanal sehingga dataran banjir yang datar dapat bebas dan dikembangkan. Banjir dapat menggenangi pola pembangunan tersebut sehingga dibutuhkan biaya tinggi dan seringkali makan korban jiwa.

Banyak sungai kini semakin dikembangkan sebagai wahana konservasi habitat, karena sungai termasuk penting untuk berbagai tanaman air, ikan-ikan yang bermigrasi, menetap, dan budidaya tambak, burung-burung, serta beberapa jenis mamalia.

Sungai disebut dalam beragam istilah di alamtologi Indonesia:

Krueng (bahasa Aceh)
Bah (bahasa Batak)
Aek, air, aie, batang, atau sei (bahasa-bahasa di Sumatera)
Way (bahasa Lampung)
Batang banyu (bahasa Banjar)
Batang atau danum (bahasa Ngaju)
Ci (bahasa Sunda)
Kali, bengawan (bahasa Jawa)
Tukad (dibaca /ʈukad/, bahasa Bali)
Kokok (bahasa Sasak)
Salo/Salu (bahasa Bugis-Makassar)

Daftar_sungai_di_Indonesia

Posted in wisata sungai | Tagged , , | 1 Comment